Pahami Penjelasan Produktivitas Kerja Di Dunia Bisnis

MerdekaSatu.com – Pahami Penjelasan Produktivitas Kerja Di Dunia Bisnis. Produktivitas tenaga kerja sangat penting dalam berbagai bidang usaha, terutama bagi Anda yang berkecimpung dalam kehidupan bisnis. Lagi pula, produktivitas dalam dunia bisnis berhubungan linier dengan keuntungan yang bisa di hasilkan perusahaan. Semakin produktif seorang pelaku ekonomi dalam menjalankan usahanya.

Maka akan semakin mudah untuk mengembangkan usaha yang ingin di jalankannya dan tentunya sebagai tujuan akhir pendapatan yang di hasilkan dapat semakin meningkat. Namun apa sebenarnya yang di maksud dengan produktivitas tenaga kerja? Mengapa seorang pelaku ekonomi perlu memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan produktivitas tenaga kerja?

Pahami Penjelasan Produktivitas Kerja Di Dunia Bisnis

Memahami Produktivitas Tenaga Kerja Secara Umum

Secara umum, produktivitas tenaga kerja adalah ukuran untuk menentukan perbedaan antara kualitas dan kuantitas seorang pekerja yang dibebankan dalam satuan waktu tertentu untuk menghasilkan hasil atau meningkatkan keluaran kerja melalui penggunaan berbagai sumber daya yang di gunakan secara efektif dan efisien.

Dengan kata lain, produktivitas tenaga kerja adalah sesuatu yang dapat di ukur atau di hitung dengan menggunakan berbagai indikator yang di perlukan. Hasil perhitungan ini pada umumnya meliputi jumlah pekerjaan yang di lakukan oleh seseorang dalam jangka waktu tertentu. Sehingga dengan memperhitungkan biaya yang di keluarkan oleh orang tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan yang di berikan. Semakin efektif atau efisien seseorang menggunakan sumber daya yang di sediakan untuk melakukan pekerjaan mereka, semakin positif nilai produktivitas tenaga kerja mereka.

Berdasarkan pengertian produktivitas tenaga kerja di atas, semakin buruk efektifitas dan efisiensi seseorang dalam bekerja. Misl : dengan mengeluarkan lebih banyak sumber daya untuk menyelesaikan tugas daripada yang seharusnya, orang tersebut tidak dapat di cirikan sebagai produktif.

Meskipun jumlah pekerjaan dapat di klasifikasikan sebagai positif. Ingatlah bahwa produktivitas tenaga kerja diukur tidak hanya dalam kuantitas, tetapi juga dalam kualitas pekerjaan yang di lakukan. Definisi produktivitas tenaga kerja di atas dapat di pecah menjadi dua elemen fokus, yang keduanya harus di perhatikan: efektivitas dan efisiensi.

Baca Juga : Penjelasan Fungsi dan Manfaat Promosi Dalam Bisnis

Efektivitas Tenaga Kerja

Produktivitas tenaga kerja dapat di katakan efektif. Apabila seseorang memiliki output tenaga kerja yang maksimal. Untuk menghitung apakah seseorang telah memaksimalkan efektivitas kerjanya, pelaku usaha dapat menilai kesesuaian pekerjaannya terhadap pencapaian sejumlah tujuan: kualitas, kuantitas, dan waktu.

Efektivitas Tenaga Kerja

Tentu saja, perhitungan ini hanya dapat dilakukan jika target di identifikasi dengan benar sebelum mulai bekerja.

Misalnya, dapatkah seseorang memberikan kualitas pekerjaan yang di inginkan? Apakah jumlah, pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan apa yang di tentukan di awal? Apakah orang tersebut dapat menyelesaikan pekerjaan sebelum waktu yang di minta. Jika semua tujuan di atas berhasil tercapai, maka dapat di katakan bahwa tenaga kerja yang bersangkutan telah bekerja secara efektif.

Efisiensi Kerja

Jika efektivitas kerja di hitung dari tujuan yang di berikan, efisiensi kerja dapat di hitung dari perbandingan antara sumber daya yang di butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan dan hasil yang tercapai.

Sebuah pekerjaan di anggap selesai secara efisien ketika sumber daya yang di gunakan untuk memenuhi permintaan yang masuk dapat di jaga agar tetap minimum. Semakin banyak sumber daya yang di butuhkan, semakin tidak efisien pekerjaan tersebut.

Efisiensi Kerja

Selanjutnya jika sumber daya yang di butuhkan jauh lebih besar dari yang tersedia, maka dapat di katakan pekerjaan tersebut tidak terlaksanakan secara efisien. Penentuan efisiensi tenaga kerja tentunya berdampak besar pada kesesuaian antara input dan output tenaga kerja. Jika suatu pekerjaan memang membutuhkan sejumlah sumber daya untuk terselesaikan, tenaga kerja yang mengerjakan tugas tersebut tidak dapat disebut tidak efisien jika mereka menggunakan jumlah sumber daya yang persis sama dengan perkiraan.

Namun, jika pekerjaan tersebut dapat di lakukan dengan sumber daya yang lebih sedikit, maka dapat di katakan bahwa pekerjaan yang di lakukan secara efisien. Baik efisiensi maupun efektifitas suatu pekerjaan dapat di jadikan sebagai acuan untuk menentukan apakah pekerjaan sejenis pada waktu yang lain dapat di golongkan sebagai cara kerja yang efektif dan efisien.

Baca Juga  : Penjelasan Fungsi dan Manfaat Promosi Dalam Bisnis

Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Di Dunia Bisnis?

Jangan terburu-buru untuk terpaku pada definisi produktivitas tenaga kerja yang di jelaskan.

Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja?

Namun, ada berbagai aspek dan faktor yang dapat mempengaruhi suatu pekerjaan. Beberapa faktor tersebut adalah:

1.Pengetahuan

Produktivitas Kerja pengetahuan seorang pekerja, baik yang di peroleh melalui pendidikan formal maupun informal, dapat mempengaruhi produktivitas kerja mereka. Oleh karena itu, tidak heran jika seorang pekerja memiliki produktivitas kerja yang berbeda dengan pekerja lainnya, karena pengetahuan yang di terima sebelumnya juga berbeda.

Pengetahuan

Tidak baik membandingkan produktivitas kerja dua pekerja dengan basis pengetahuan yang berbeda. Sebaliknya, faktor ini justru dapat dijadikan pedoman bagi pelaku ekonomi untuk membangun kapasitas tenaga kerjanya.

Misalnya, tidak jarang sebuah perusahaan melatih atau bahkan menyekolahkan karyawannya untuk mencapai produktivitas pekerja yang di targetkan. Dalam dunia bisnis, tentunya praktik ini akan sedikit berbeda. Namun, berkaitan dengan produktivitas tenaga kerja, perlu di catat bahwa pengetahuan dapat di tambahkan dari waktu ke waktu.

Bandingkan produktivitas kerja karyawan Anda dan cari tahu seberapa besar perbedaan pengetahuan tenaga kerja yang akan di evaluasi. Jika perbandingan yang di lakukan menunjukkan angka yang sangat signifikan, tidak ada salahnya untuk memberikan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menutup selisih tersebut.

Sesi transfer pengetahuan merupakan hal yang wajar untuk memastikan bahwa setiap tenaga kerja memiliki kapasitas pengetahuan yang sama terkait dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Di harapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan produktivitas kerja seluruh karyawan yang terlibat.

2.Keterampilan

Skill atau keterampilan dapat di peroleh melalui banyak latihan dan pembelajaran yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang dilakukan. Dalam dunia bisnis, keterampilan sangat penting karena dapat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang, terutama jika memperhatikan unsur efisiensi kerja.

Keterampilan

Mereka yang memiliki lebih banyak keterampilan cenderung membutuhkan lebih sedikit sumber daya untuk menyelesaikan pekerjaan di bandingkan dengan pekerja yang tidak memiliki keterampilan dalam pekerjaan itu.

Produktivitas tenaga kerja merupakan sesuatu yang ingin tercapai oleh setiap tenaga kerja, namun dengan adanya perbedaan penguasaan keterampilan yang di butuhkan maka hasil dari produktivitas tenaga kerja ini dapat berbeda antara satu pekerja dengan pekerja lainnya.

Untungnya, seperti halnya pengetahuan, keterampilan adalah sesuatu yang bisa diasah dan terus berkembang. Pastikan saja seorang pekerja mendapatkan keterampilan tambahan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Peningkatan kompetensi yang tidak sejalan dengan minat dan bakat berarti suatu tenaga kerja, meskipun dengan tambahan keterampilan, hanya bekerja seperti robot.

Padahal, tujuan utama produktivitas tenaga kerja adalah untuk meningkatkan hasil tenaga kerja dalam hal efektivitas dan efisiensi. Keterampilan yang benar-benar di minati seseorang akan sangat membantu mereka menemukan cara kerja yang lebih efisien, sesuatu yang tidak mungkin dicapai ketika bekerja seperti robot.

3.Kemampuan

Kapabilitas terbentuk dari seperangkat kompetensi yang di miliki oleh tenaga kerja. Lagi-lagi faktor yang satu ini terkadang tidak merata antara satu pekerja dengan pekerja lainnya, sehingga produktivitas tenaga kerja juga bisa jauh. Karena terdiri dari seperangkat kompetensi, kemampuan tenaga kerja dalam kaitannya dengan produktivitas kerja mereka dapat di tingkatkan dengan menambah kapasitas dalam bentuk pengetahuan dan keterampilan.

Kemampuan

Keseimbangan pemenuhan kebutuhan pengembangan kapasitas merupakan hal penting yang harus di perhatikan oleh para pelaku usaha agar setiap tenaga kerjanya mampu menyelesaikan operasional usaha. dan lebih meningkatkan produktivitas tenaga kerja mereka.

4.Sikap

Sikap terbentuk dari pola kebiasaan yang melekat pada setiap karyawan. Mereka yang terbiasa melakukan pekerjaannya secara efektif dan efisien akan memiliki produktivitas kerja yang lebih tinggi daripada pekerja yang tidak terbiasa efektif dan efisien.

Faktor yang satu ini bisa dibilang merupakan faktor yang paling banyak ditemukan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dalam dunia bisnis. Misalnya, karyawan yang selalu tertarik untuk mempelajari hal-hal baru tidak akan ragu untuk bertanya dan bereksperimen dengan pekerjaan yang harus dilakukan, seringkali menemukan cara yang lebih cepat dan tepat untuk menyelesaikan pekerjaan. Hasil kerja mereka bisa lebih efektif dan efisien.

Sikap

Sebaliknya, karyawan yang tidak menunjukkan sikap positif. Misalkan, karyawan yang malas, memilih untuk menyelesaikan pekerjaan yang di minta persis seperti yang diminta. Bahkan dengan waktu yang melebihi batas waktu, padahal sebenarnya karyawan tersebut dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang lebih singkat. Lebih cepat. Sikap positif seperti: Disiplin dengan datang bekerja tepat waktu, mendorong kebiasaan yang lebih baik dan mencegah masalah yang tidak perlu.

Agar produktivitas tenaga kerja tetap tinggi, setiap pelaku ekonomi perlu memperhatikan sikap karyawannya dari berbagai aspek dan sumber informasi. Namun, sikap buruk akan menyebar dari satu tenaga kerja ke tenaga kerja lainnya jika tidak di tangani dengan serius, dan akibatnya produktivitas tenaga kerja akan terus merosot dari waktu ke waktu.

Baca Juga : Strategi Terbaik Dalam Digital Marketing

5.Perilaku

Seperti halnya keterampilan yang dapat dibangun dari pengetahuan dan keterampilan. Kemudian perilaku bukanlah faktor yang berdiri sendiri, karena faktor ini juga dibangun dari faktor lain: sikap dan pola kebiasaan. Saat mengukur produktivitas tenaga kerja, sikap dan perilaku menunjukkan hubungan yang linier. Semakin positif sikap karyawan, semakin positif perilaku kerja mereka.

Perilaku

Ketika sikap negatif sudah menjadi kebiasaan dan berubah menjadi perilaku, para pelaku ekonomi akan sulit mengubahnya karena resistensi telah terbangun. Akan sulit untuk membangun produktivitas kerja yang tinggi dari karyawan yang terus menunjukkan perilaku negatif dalam kehidupan sehari-hari. Pekerjaan yang di berikan juga di lakukan apa adanya. Sehingga efektivitas dan efisiensi yang membentuk produktivitas tenaga kerja tidak akan mudah di capai.

Mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Adalah langkah pertama yang perlu di ambil untuk mengidentifikasi masalah apa yang dapat dan perlu di perbaiki dalam setiap proses bisnis operasional. Tentu saja, faktor yang berbeda membutuhkan masalah masing-masing untuk di pecahkan.

Misalnya, kurangnya pengetahuan dapat di atasi dengan menambahkan informasi tentang pekerjaan yang di lakukan. Akan tetapi tidak dapat di lakukan untuk meningkatkan perilaku yang di tampilkan di tempat kerja.

Pelaku ekonomi perlu mengukur dan membandingkan produktivitas tenaga kerja. Yakni untuk menemukan titik yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tenaga kerja. Ingatlah bahwa bekerja secara efektif dan efisien dapat mengurangi biaya yang di perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Dan, sebagai tujuan akhir, meningkatkan margin pendapatan yang di hasilkan oleh bisnis terkait.

Jadi mengapa tidak mulai membangun pola kerja yang seproduktif mungkin untuk memastikan tujuan ini bisa tercapai?

Kesimpulan

Menggunakan berbagai alat yang di perlukan untuk menentukan tingkat produktivitas tenaga kerja saat ini. Maka – Pahami Penjelasan Produktivitas Kerja Di Dunia Bisnis – mengetahui tantangan yang menghambat pertumbuhan produktivitas tenaga kerja. Sehingga dapat memberikan solusi yang tepat dan akurat untuk memastikan bahwa pekerjaan berikutnya efektif dan dapat di lakukan secara efisien.

Lakukan analitik yang memungkinkan pemangku kepentingan bisnis untuk memantau operasi bisnis kapan saja. Dan di mana saja untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja perusahaan yang mereka jalankan! Lakukan penyesuaian sesuai kebutuhan dan perluas bisnis Anda untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan bisnis!

SHARE ON :