Jenis Kegiatan Ekonomi dan Dalam Sejarah

MerdekaSatu.com – Jenis Kegiatan Ekonomi dan Dalam Sejarah. Kegiatan ekonomi merupakan dimana pergerakan/kegiatan manusia guna melengkapi kebutuhan hidupnya. Perekonomian yang di lakukan oleh manusia terdiri dari tiga kegiatan yang berkelanjutan, yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.

Jenis Kegiatan Ekonomi dan Dalam Sejarah

Oleh, karena itu manusia yang menjalankan kegiatan ekonomi yakni pelaku ekonomi itu sendiri. Manusia memiliki banyak kebutuhan setiap harinya. Dari saat dia bangun sampai dia tertidur lagi di malam hari, semua kebutuhan ini tidak dapat dipisahkan darinya.

Jenis Kegiatan Ekonomi dan Dalam Sejarah Simak Penjelasannya

Kebutuhan ekonomi tersebut meliputi sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, informasi, dan lain-lain. Semua kebutuhan ini diperlukan agar manusia terjamin kemakmuran, kepuasan, dan kesejahteraannya.

Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut diperlukan suatu kegiatan yang berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi yang disebut kegiatan ekonomi bagi seseorang untuk memperoleh penghasilan.

Penjelasan lain dari kegiatan ekonomi merupakan tindakan atau perilaku manusia yang punya tujuan guna memenuhi atau melengkapi kebutuhan hidup berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi. Hampir setiap aktivitas manusia terkait dengan aktivitas ekonomi.

Baca Juga : Karakter Bisnis Dalam Pengertian Manfaat dan Tujuan

Sejarah Kegiatan Ekonomi

Sejarah Kegiatan Ekonomi

Mari sejenak membayangkan apa yang terjadi pada awal peradaban manusia di muka bumi ini dan bagaimana mereka bertahan hidup.

Waktu Nomaden

Ini adalah era di mana orang tidak tinggal di satu tempat. Saat itu, orang hidup berpindah-pindah di dalam gua atau di tepi air, menyalakan api yang berfungsi sebagai alat pemanas. Untuk membayangkan penampilannya, kulit binatang sering digunakan sebagai pakaian. Kegiatan ekonomi manusia masih sebatas berburu hewan dan mengumpulkan makanan dari alam.

Waktu Nomaden

Itulah sebabnya mereka disebut nomaden karena mereka sering berpindah-pindah ketika sumber daya alam yang mereka tinggali semakin menipis. Mereka juga menempuh jarak yang sangat jauh untuk menemukan tempat-tempat baru dengan sumber daya alam yang melimpah.

Musim Tanam Dan Berkembang Biak

Setelah sekian lama hidup nomaden atau nomaden, peradaban manusia semakin berkembang. Lambat laun, manusia purba mulai mengetahui cara bercocok tanam dan beternak. Berdasarkan sisa-sisa artefak prasejarah yang telah di temukan, para sejarawan sepakat bahwa kegiatan pertanian pertama kali terjadi sekitar 8000 SM. di Mesopotamia (di kenal sebagai Bulan Sabit Subur).

Musim Tanam Dan Berkembang Biak

Diketahui juga bahwa gandum, kacang garbanzo, kacang garbanzo dan rami adalah tanaman pertama yang di budidayakan pada saat itu untuk kegiatan ekonomi sederhana. Untuk peternakan, mulai dari kebutuhan untuk memelihara hewan yang digunakan sesuai dengan fungsinya pada saat itu.

Seperti sapi untuk membajak sawah, kuda liar sebagai tunggangan, anjing sebagai predator hewan pengganggu dan lain-lain. Pada saat itu, kegiatan ekonomi masyarakat mulai menggunakan sistem barter, yaitu pertukaran barang menurut tingkatannya masing-masing.

Periode Perundagi

Waktu terus berjalan dan orang-orang mulai menggunakan alat-alat logam untuk memperlancar kegiatan ekonomi mereka. Sebagai akibat dari pembangunan manusia dan kebutuhan ekonomi yang meningkat pesat, kebutuhan masyarakat juga meningkat.

Periode Perundagi

Senjata berburu, peralatan rumah tangga, dan peralatan dapur sederhana muncul selama periode ini. Karena kebutuhan manusia yang semakin meningkat, perdagangan mulai berkembang dan di lakukan oleh para pedagang yang melakukan perjalanan di sepanjang daratan.

Jenis Kegiatan Ekonomi

Pelaku kegiatan ekonomi di bagi menjadi lima bagian, yaitu rumah tangga, kotamadya, perusahaan, koperasi dan negara. Dari kelima sektor pelaku ekonomi tersebut terdapat yang berperan sebagai produsen, pedagang, dan konsumen.

Produksi

Kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang disebut produksi. Dalam pengertian ekonomi, produksi adalah setiap kegiatan atau usaha manusia untuk menghasilkan atau menambah nilai barang dan jasa. Tujuan kegiatan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan menghasilkan keuntungan bagi produsen.

Produksi

Contohnya adalah menanam jagung (mencipta), menangkap udang di laut (menambah ruang), menjahit kain menjadi kebaya (menambah bentuk). Hasil proses produksi barang di bagi menjadi tiga bidang, yaitu produksi barang mentah, produksi barang setengah jadi dan produksi barang jadi.

Dalam melakukan kegiatan ekonomi, produksi di pengaruhi oleh beberapa faktor proses. Beberapa faktor tersebut antara lain kondisi alam, ketersediaan tenaga kerja, modal yang cukup dan keterampilan wirausaha.

Baca Juga : Dimana Strategi Pemasaran Online Secara Efektif

  • Tujuan manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah
  • Mencari untung atau untung
  • Pemenuhan kebutuhan manusia
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
  • Menjamin kelangsungan hidup perusahaan
  • Ganti barang yang rusak karena penggunaan atau bencana alam

Jenis Kegiatan Manufaktur Menurut Lini Bisnis

Ladang ekstraktif, yaitu produksi yang menggunakan hasil yang di sediakan oleh alam secara langsung tanpa pengolahan lebih lanjut. Misalnya pertambangan dan perikanan. Sektor industri yaitu pembuatan atau pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi, barang mentah menjadi barang setengah jadi, atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Misalnya dari benang yang di olah menjadi kain.

Jenis Kegiatan Manufaktur Menurut Lini Bisnis

Sektor komersial, yaitu produksi koleksi dan penjualan kembali hasil produksi kepada pihak lain untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya adalah kios, stand, toko, supermarket dan lain-lain. Sektor pertanian, yaitu produksi pengolahan alam untuk pelestarian tumbuhan dan hewan seperti pertanian, perkebunan dan peternakan.

Sektor jasa, yaitu produksi yang mendukung dan mempercepat proses produksi tanpa terlibat dalam pembuatan barang. Produksi jasa tidak menghasilkan barang, tetapi jasa. Misalnya sekolah dan rumah sakit.

Distribusi

Kegiatan distribusi adalah suatu proses pendistribusian barang yang di hasilkan oleh produsen kepada konsumen. Orang atau pihak yang melakukan kegiatan penjualan disebut sebagai distributor.

Distribusi

Proses distribusi sangat penting karena pada tahap ini produk dapat di distribusikan secara luas dan di nikmati oleh konsumen. Tanpa adanya proses distribusi, masyarakat dan konsumen akan berjuang untuk mendapatkan barang atau jasa yang mereka butuhkan.

Tujuan Distribusi

  • Barang atau jasa yang di hasilkan bisa berguna untuk konsumen.
  • Konsumen lebih mudah mendapatkan barang yang di butuhkannya.
  • Kelangsungan kegiatan produksi terjamin.
  • Di antara industri lain, distribusi adalah kegiatan tersibuk. Di bawah ini tercantum tiga jenis saluran distribusi dalam kehidupan bisnis sehari-hari.

Saluran Distribusi

Direct Selling : Menjual barang atau jasa tanpa melalui perantara, sehingga barang langsung di jual dari produsen ke konsumen. Misalnya, penjual nasi goreng menjual barang kepada pembeli. Saat ini, produsen dapat menggunakan teknologi yang disebut pasar untuk menjual produknya kepada konsumen.

Distribusi semi-langsung: sistem distribusi dari petani ke meja melalui perantara. Produsen dapat mengontrol dealer. Tetapi aktivitas penjualan tetap di lakukan oleh dealer.

Biasanya kegiatan ini di lakukan dalam rangka menjual barang-barang mahal dan mewah. Misalnya, sebuah pabrik tekstil menjual kainnya melalui prosesor.

Distribusi Tidak Langsung: proses distribusi dari peternakan ke garpu melalui grosir, agen, pengecer, komisaris atau broker yang bertindak sebagai perantara. Misalnya, PT Pertamina mendistribusikan gas elpiji melalui agen di masing-masing wilayah. Biasanya barang yang di jual secara tidak langsung sangat besar dan nilai transaksinya tidak bisa terbilang kecil.

Konsumsi

Kegiatan ekonomi konsumen adalah kegiatan mengkonsumsi barang dan/atau jasa dari produsen atau pengecer untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pelaku kegiatan ini disebut konsumen.

Baca Juga : Bagaimana Terbentuknya Teknologi Informasi

Contoh kegiatan berbasis konsumsi adalah belanja sembako, cek kesehatan di Puskesmas dll :

  • Tujuan konsumsi
  • Habiskan nilai utilitas item sekaligus
  • Kepuasan kebutuhan spiritual
  • Pemuasan kebutuhan fisik
  • Secara beransur-ansur akan mengurangi nilai barang atau jasa

Kesimpulan

Demikian dari kami pembahasan tentang – Jenis Kegiatan Ekonomi dan Dalam Sejarah. Kegiatan ekonomi sudah ada sejak zaman prasejarah. Karena kebutuhan manusia sudah ada sejak manusia lahir dan berinteraksi di muka bumi. Karena selama ini manusia hanya berburu dan memelihara ternak, ia berdagang dan melakukan berbagai transaksi yang lebih kompleks.

Jenis kegiatan ekonomi terbagi menjadi tiga bidang dan tidak semua orang terlibat dalam ketiga kegiatan tersebut. Tetapi setiap orang harus menjadi bagian dari kegiatan ekonomi konsumsi. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang bisnis dan dunia UMKM, pastikan untuk membaca artikel yang kami siapkan, oke!

SHARE ON :