Blockchain Bitcoin Serta Aset Semacam Kripto

MerdekaSatu.com – Blockchain Bitcoin Serta Aset Semacam Kripto. Cryptocurrency atau aset kripto adalah aset digital yang di bangun di atas jaringan blockchain. Jaringan blockchain terdiri dari banyak komputer. Struktur terdesentralisasi ini memungkinkan aset kripto tumbuh tanpa harus berada di bawah kendali pemerintah atau otoritas pusat tertentu.

Blockchain Bitcoin Serta Aset Semacam Kripto

Blockchain Bitcoin Serta Aset Semacam Kripto

Dengan cara ini, aset kripto memungkinkan transaksi online tanpa perlu perantara pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Istilah “crypto” sendiri mengacu pada teknik kriptografi dan enkripsi yang di gunakan untuk melindungi keamanan data transaksi yang terjadi di jaringan blockchain.

Pada Februari 2022, setidaknya ada 12.000 aset kripto yang beredar. Saat ini, Bitcoin adalah aset kripto terpopuler dengan nilai tertinggi dan jumlah pengguna terbesar. Aset digital lain yang juga banyak di minati adalah Ethereum, Solana, dan Ripple.

Pada tahun 2008, dokumen pengembangan bitcoin pertama (buku putih) dikirim ke milis kriptografer. Kejadian ini merupakan tonggak pertama dalam lahirnya teknologi blockchain dan cryptocurrency pertama di dunia.

Baca Juga : Perbandingan Emas Dolar Dan Bitcoin Investasi

Apa Itu Teknologi Blockchain Serta Aset Semacam Kripto ?

Blockchain adalah buku besar digital. Anda dapat menganggap blockchain sebagai database khusus yang dapat menyimpan informasi seperti data transaksi, yang mencakup tanggal, waktu, jumlah, dan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi.

Sedangkan blockchain adalah jaringan. Data ini diubah menjadi kode (melalui kriptografi) dan setiap blok yang berisi data terhubungkan ke blok lain untuk membentuk rantai transaksi.

Blockchain Bitcoin Serta Aset Kripto

Blockchain bersifat publik. Blockchain bertindak sebagai catatan publik dari suatu aktivitas yang nyata dan telah terjadi. Artinya siapa pun di dalamnya dapat mengakses dan melihat catatan transaksi yang di kandungnya.

Transaksi di blockchain tidak dapat di proses. Semua transaksi berdasarkan teknologi blockchain relatif aman, karena pengguna tidak dapat dengan mudah mengedit atau mengubah semua catatan transaksi yang ada di dalamnya (melalui serangan Sybil).

Maka blockchain memungkinkan transfer langsung antar individu (peer-to-peer) dengan cara yang terdesentralisasi. Faktanya, semua fungsi blockchain di atas dapat dilakukan oleh database biasa. Namun yang terjadi secara umum adalah database tersebut di miliki oleh lembaga atau institusi tertentu.

Namun blockchain sekarang menjadi teknologi terdesentralisasi. Pengembang tidak dapat mengontrol transaksi antar pengguna. Selain itu, tidak ada satu pemerintah pun yang memiliki atau mengendalikan teknologi blockchain.

Blockchain adalah jaringan peer-to-peer. Bahkan jika sebuah node tidak berfungsi dengan baik, pengguna lain masih dapat berkomunikasi dan menggunakan teknologi tersebut.

Node adalah salah satu dari dua elemen penting dalam teknologi blockchain, yaitu perangkat di jaringan yang dapat menerima dan mengirimkan informasi.

Penambang/mining adalah elemen dan node penting lainnya yang melakukan peningkatan atau pembaruan dengan membuat blok yang berisi data transaksi, sementara node memverifikasi semua blok transaksi dan yang di catat di dalamnya.

Secara umum, semua transaksi menggunakan teknologi blockchain di lakukan dengan menggunakan alat tukar yang bekerja seperti uang kertas di kehidupan nyata. Media pertukaran ini umumnya di kenal sebagai cryptocurrency.

Apa itu cryptocurrency?

Cryptocurrency adalah representasi digital dari nilai yang dapat di gunakan sebagai media pertukaran untuk membeli barang dan jasa, unit, atau penyimpanan nilai pada jaringan blockchain. Sama seperti jaringan pembayaran (seperti GoPay) memungkinkan pengguna untuk mengirim uang fiat seperti dana rupiah ke pengguna lain, jaringan blockchain juga memungkinkan pengguna untuk bertukar mata uang kripto (seperti bitcoin) satu sama lain.

Cryptocurrency juga terdesentralisasi seperti blockchain. Artinya, tidak ada otoritas tunggal yang memantau penyebaran atau intervensi melalui serangkaian kebijakan tertentu.

Baca Juga : Bagaimana Cara Memahami Jenis Proof-of-Stake

6 Keuntungan Utama Cryptocurrency Pada Blockchaine

1.Transfer Cepat Antar Pengguna

Blockchain Bitcoin Serta Aset Kripto

Suatu aktivitas di katakan peer-to-peer ketika terjadi tanpa melalui server pusat atau beberapa titik perantara. Server yang menyimpan catatan di distribusikan dan di desentralisasi, dan catatan di bagikan dan di awa oleh setiap pengguna yang terhubung ke jaringan Internet.

2.Disiarkan Di Mana-Mana

Disiarkan Di Mana-Mana

Tidak seperti emas, cryptocurrency dapat di kirim ke mana saja dalam hitungan detik. Setiap individu bahkan dapat mengirim cryptocurrency dari mana saja dan ke alamat yang diinginkan menggunakan smartphone dan jaringan internet mereka.

3.Biaya Transaksi Rendah

Biaya pengiriman cryptocurrency dapat di ambil secara gratis, tetapi pengguna memiliki kesempatan untuk lebih mempercepat proses transaksi. Menggunakan dompet bitcoin biasanya mengurangi biaya transaksi sekitar Rp 500 hingga Rp 3.000, terlepas dari jumlah chip bitcoin yang di kirim.

Biaya Transaksi Rendah

Transaksi tidak dapat di batalkan. Ini berarti bahwa pengguna tidak dapat membatalkan transfer cryptocurrency setelah mereka mengirimkannya ke pengguna lain. Bitcoin dapat di kembalikan ke pengirim jika penerima ingin mengembalikan Bitcoin yang di terima.

4.Transaksi Dapat Di lakukan Dengan Nama Samaran

Di blockchain, kita bisa melihat semua transaksi yang telah di lakukan seseorang beserta semua saldo cryptocurrency yang mereka miliki. Namun, kami tidak dapat mengetahui siapa sebenarnya orang di balik transaksi tersebut kecuali dia mengungkapkan identitasnya sendiri.

Transaksi Dapat Di lakukan Dengan Nama Samaran

Setiap pengguna bitcoin dapat memilih untuk menampilkan atau menyembunyikan identitas mereka. Namun, semua transaksi yang di lakukan masih tercatat di blockchain dan data transaksi dapat di baca oleh siapa saja.

5.Cryptocurrency Tidak Di atur Oleh Pemerintah Atau Institusi Manapun

Bitcoin yang menggunakan database blockchain tidak di kendalikan oleh pihak tertentu. Karena catatan transaksi cryptocurrency bersifat publik, pengguna akan kesulitan memalsukan transaksi yang terdapat dalam blockchain.

Cryptocurrency Tidak Di atur Oleh Pemerintah

Informasi transaksi di blockchain tercatat secara langsung dan transparan dan di distribusikan ke jutaan server atau server di seluruh dunia. Siapa pun yang ingin mengubah atau memalsukan data transaksi harus dapat meretas jutaan server ini secara bersamaan.

Baca Juga : Cara Kerja Indikator RSI Dan Analisis

6.Jumlah Terbatas

Pasokan Bitcoin di batasi hanya 21 juta keping. Sistem pembuatan bitcoin menentukan bahwa tingkat produksi bitcoin menurun setiap empat tahun. Jadi ini akan mirip dengan efek ketika ekonomi mengalami deflasi dan harga bitcoin meningkat karena jumlah keping bitcoin semakin ketat dari waktu ke waktu.

Jumlah Terbatas

Konsep ini di kembangkan berdasarkan gagasan bahwa aset digital berkualitas tinggi tidak berada di bawah kendali pemerintah atau otoritas moneter.

Akankah Aset Crypto Habis?

Jumlah aset kripto yang beredar biasanya terbatas. Misalnya, hanya 21 juta bitcoin yang tersedia. Ketika sudah habis, tidak ada lagi bitcoin baru yang akan di buat. Tentu saja, jika aset kripto ini terus menjadi langka tetapi permintaannya meningkat, harganya akan terus naik.

Secara umum, aset kripto terus meningkat harganya. Namun, perlu diingat bahwa harga aset kripto biasanya fluktuatif atau bisa naik dan turun sedikit. Sebenarnya, aset kripto ini lebih cocok untuk Anda jadikan investasi jangka panjang. Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dalam aset kripto? Jangan lupa untuk selalu melakukan riset dan memahami risikonya agar terhindar dari hal yang tidak terduga.

Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa pemerintah dikendalikan oleh para koruptor yang selalu mengutamakan kepentingannya sendiri. Akibatnya, keputusan mengenai regulasi keuangan suatu negara selalu menguntungkan konglomerat. Peristiwa krisis keuangan 2008 mendukung pandangan ini dan menggarisbawahi pengabaian pemerintah terhadap tugasnya menjaga stabilitas ekonomi.

Satoshi Nakamoto, Penemu Bitcoin

Satoshi Nakamoto, Penemu Bitcoin

Cryptocurrency pertama di dunia, Bitcoin, di luncurkan oleh Satoshi Nakamoto pada Januari 2009 berdasarkan ide-ide yang terkandung dalam buku putih berjudul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.

Akhir Kata

Nah, dari sebagian besar fitur inti Bitcoin, seperti desentralisasi dan penawaran limitZte-nya. Merupakan respons langsung terhadap masalah dan kekurangan mata uang fiat yang terungkap oleh krisis keuangan global 2008. Blockchain Bitcoin Serta Aset Semacam Kripto.

Maka Blok pertama transaksi di blockchain Bitcoin, juga di kenal sebagai blok Genesis, berisi referensi yang secara jelas menyinggung masalah bantuan bank (bailout) hingga kritik terhadap kebijakan pelonggaran kuantitatif dari pemerintah.ntah dan otoritas moneter. Identitas Satoshi Nakamoto masih belum di ketahui hingga saat ini. Di kabarkan bahwa dia memiliki lebih dari 1 juta bitcoin.

POSTINGAN TERKAIT