Pahami Perbedaan Investasi dan Tabungan

MerdekaSatu.com – Pahami Perbedaan Investasi dan Tabungan, Jika kata “investasi” dan “tabungan” maka pahami dan ini sering di gunakan dalam berbagai artikel keuangan. Hingga saat ini, masyarakat masih memiliki persepsi yang kurang tepat di antara keduanya. Bahkan, masih banyak orang yang salah mengartikan arti dan perbedaan antara berinvestasi dan menabung.

Sepintas, menabung dan berinvestasi sangat mirip. Keduanya dapat di artikan secara sederhana sebagai kegiatan berhemat. Namun jika di cermati, setidaknya ada tiga hal yang membedakan kedua aktivitas keuangan tersebut.

Pahami 3 Perbedaan Investasi dan Tabungan

3 Perbedaan Investasi dan Tabungan Yang Harus Dipahami

Agar tidak membodohi diri sendiri, mari kita lihat perbedaan antara berinvestasi dan menabung secara berurutan:

Baca Juga : Prediksi Tren Bisnis Akan Mendominasi Di 2022

Diatur Oleh Hukum

Urusan simpanan di atur dalam UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Menurut pengertian hukum, tabungan adalah simpanan tabungan yang penarikannya hanya dapat di lakukan dengan jangka waktu tertentu yang telah di sepakati.

Sehingga tidak dapat di tarik dengan cek, giro, dan/atau instrumen lain yang dipersamakan dengan itu. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan penanaman modal tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Diatur Oleh Hukum Investasi dan Tabungan

Sebagaimana di jelaskan dalam undang-undang, penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan penanaman modal.  Sehingga oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing, untuk melakukan usaha di wilayah Indonesia.

Melalui undang-undang yang mengatur, perbedaan antara berinvestasi dan menabung menjadi jelas. Menabung sebatas memiliki tabungan, sedangkan investasi adalah kegiatan investasi.

Baca Juga : 5 Perilaku Konsumen Bisa Ciptakan Tren Bisnis

Persoalan Tentang Keuntungan

Jelas bahwa menabung dan berinvestasi di lakukan oleh orang-orang untuk mendapatkan keuntungan. Tetapi ada perbedaan yang signifikan antara keuntungan yang dapat di peroleh dari menabung dan keuntungan yang dapat di peroleh dari berinvestasi.

Ketika Anda menyimpan uang, Anda mendapatkan bunga selama periode waktu tertentu. Bunga tabungan di hitung menurut tiga metode, yaitu perhitungan menurut saldo terendah, saldo rata-rata atau saldo harian.

Persoalan Tentang Keuntungan Investasi dan Tabungan

Sebaiknya tanyakan kepada bank bagaimana mereka menghitung bunga atas tabungan ini. Padahal, suku bunga yang di tawarkan produk tabungan relatif rendah. Oleh karena itu, seseorang tidak dapat mengandalkan produk yang satu ini untuk menghasilkan keuntungan yang besar.

Di sisi lain, pengembalian investasi relatif lebih tinggi. Pasalnya, tujuan berinvestasi adalah untuk menumbuhkan atau meningkatkan nilai aset. Dengan berinvestasi, Anda membeli aset yang di harapkan memiliki nilai lebih tinggi jika Anda menjualnya kembali di masa depan.

Peluang investasi sangat luas. Namun secara garis besar jenis investasi dapat di bedakan menjadi dua yaitu investasi riil dan investasi non riil. Dalam investasi riil, ada aset berwujud atau terlihat. Misalnya emas, tanah dan properti. Sedangkan investasi di sektor non riil justru sebaliknya. Contoh dari jenis investasi ini adalah reksa dana, obligasi, dan saham.

Berpotensi Terkena Resiko

Setelah membahas manfaat menabung dan berinvestasi, jangan lupa untuk membahas risiko. Karena kedua transaksi keuangan tersebut mengandung risiko yang perlu di perhatikan.

Prinsip keuntungan tinggi, risiko tinggi berlaku di sini. Tabungan memiliki potensi keuntungan yang kecil. Di sisi lain, risiko tabungan juga sangat rendah. Beruntung di Indonesia, dana yang Anda simpan di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) maksimal Rp 2 miliar. Namun, jaminan ini memiliki tiga syarat.

Pertama, tabungan Anda dicatat dalam pembukuan bank. Kedua, suku bunga deposito tidak melebihi suku bunga yang dijamin. Ketiga, sebagai nasabah, Anda tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Sedangkan untuk investasi, potensi risikonya juga besar karena berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar. Ingat baik-baik: Semua produk investasi memiliki potensi risiko.

Beberapa jenis risiko yang biasanya terdapat dalam produk investasi antara lain risiko likuiditas, risiko investasi, risiko gagal bayar, risiko kredit, risiko pajak, risiko inflasi, risiko suku bunga, risiko mata uang, dan risiko lainnya.

Untuk menghindari risiko tersebut, sebagai investor, Anda harus memiliki pemahaman yang sangat baik tentang produk investasi yang Anda beli. Tapi jangan biarkan risiko itu menghentikan Anda dari berinvestasi.

Hal ini karena manfaat dari sebuah investasi lebih menggiurkan daripada potensi risikonya. Sekali lagi, dengan catatan, Anda sudah memahami produk investasi yang Anda miliki.

Baca Juga : Laporan Keuangan untuk Bisnis

Penutup

Nah, dari penjelasan di atas tentang – Perbedaan Investasi dan Tabungan – maka Anda lebih suka menabung atau berinvestasi. Kemudian dari pembahasan di atas semoga bermanfaat untuk kalian.

SHARE ON :