Jenis Produk Investasi Yang Bisa Atasi Inflasi

MerdakaSatu.com – Jenis Produk Investasi Yang Bisa Atasi Inflasi. Sepuluh ribu rupiah hari ini tidak akan sama nilainya dalam 10 tahun karena inflasi. Mereka juga menyadari bahwa inflasi adalah suatu keniscayaan. Untuk menghemat nilai uang Anda, Anda harus waspada dan mengetahui bagaimana inflasi mempengaruhi investasi.

Secara umum faktor penyebab inflasi adalah meningkatnya jumlah permintaan terhadap jenis barang tertentu, harga pokok produksi, hingga jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Jenis Produk Investasi Yang Bisa Atasi Inflasi

Berikut Jenis Produk Investasi Yang Bisa Atasi Inflasi

Inflasi di ukur dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK). Seiring waktu, setiap kebutuhan yang tercantum dalam indeks akan meningkat. Oleh karena itu, inflasi dapat di ukur dari pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat, yaitu dengan mengukur jumlah dan jasa yang dapat di beli konsumen dengan sejumlah uang tertentu.

Setiap tahun tingkat inflasi cenderung “membanting” nilai uang. Jika demikian, bagaimana inflasi mempengaruhi investasi?

Tingkat inflasi yang sehat adalah sekitar 2-3%/tahun. Ini karena tingkat inflasi 2-3% di anggap positif karena menghasilkan upah dan profitabilitas bisnis dan membuat modal tetap mengalir dalam ekonomi yang sedang tumbuh.

Meski tentu saja inflasi membuat biaya hidup semakin tinggi dan mahal. Pada saat yang sama, inflasi ini tidak serta merta sejalan dengan peningkatan pendapatan. Nilai uang cenderung tergerus secara signifikan.

Baca Juga : Strategi Ampuh Investasi Aset Crypto

Strategi Untuk Kurangi Dampak Inflasi Pada Investasi Dan Keuangan

Ada banyak strategi yang dapat kita terapkan untuk melindungi nilai uang dari inflasi, tetapi Anda harus mempertimbangkan semua strategi atau di versifikasi portofolio investasi Anda agar efektif. Anda membutuhkan investasi yang dapat mengalahkan kenaikan inflasi setiap tahunnya. Karena ketika terjadi inflasi, nilai aset tersebut juga ikut meningkat.

Strategi Untuk Kurangi Dampak Inflasi Pada Investasi Dan Keuangan

Inflasi memiliki efek yang sama pada semua jenis aset, baik likuid maupun tidak likuid. Kemudian untuk aset liquid cenderung lebih riskan saat terjadi inflasi. Ketika inflasi tinggi, kas dan setara kas juga menurun.

Hal yang sama berlaku untuk investasi likuid seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Namun, investasi likuid tahan terhadap serangan inflasi karena menghasilkan pengembalian dalam bentuk bunga. Itu sebabnya investor menaruh uangnya ke emas, saham, obligasi, dan reksa dana mengingat dampak inflasi terhadap investasi.

1.Emas Untuk Melawan Dampak Inflasi Pada Investasi

Emas menjadi aset penting dan aman jangka panjang karena emas cenderung memiliki nilai protektif terhadap inflasi. Orang Indonesia bahkan menganggap emas sebagai “mata uang alternatif” dan karena itu menimbun emas untuk menjaga nilai dana mereka. Inflasi juga menjadi alasan mengapa orang Indonesia mau berinvestasi dengan cara tradisional, yaitu menabung emas.

Harga emas telah berpacu dengan inflasi selama setidaknya 10 tahun. Dengan risiko yang sangat minim, kinerja emas terus meningkat.

Kinerja emas selama lima tahun terakhir:

“2015: Rp 500.000, 2016: Rp 540.000, 2017: Rp 560.000, 2018: Rp 600.000, 2019: Rp 715.000 dan awal tahun ini harga emas naik menjadi Rp 900.000 per gram.”

Tentu saja, jika Anda meninjau harga emas selama 10 tahun terakhir, Anda dapat melihat manfaat dari menabung emas yang dapat tercapai dalam satu dekade itu.

Apalagi di tengah ketidakpastian global akibat merebaknya di saat pandemi harga emas hari ini mencapai rekor setinggi Rp 900.000/gram di bulan ini saja dalam 10 tahun terakhir.

Baca Juga : Apa Faktor dan Ciri-ciri Pertumbuhan Ekonomi

2.Obligasi Atau Surat Utang

Obligasi adalah salah satu efek yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, bersama dengan ekuitas, sukuk, efek beragun aset, dan reksa dana real estat. Sebagian besar investor memilih obligasi dengan tujuan menghasilkan pendapatan yang stabil dalam bentuk pembayaran bunga tetap atau kupon. Sebelum memilih obligasi untuk mempertimbangkan dampak inflasi terhadap investasi, sebaiknya pertimbangkan hal-hal berikut:

Obligasi Atau Surat Utang

Pembelian Obligasi Hanya Dilunasi Setelah Jangka Waktu Satu Tahun

  • Selama 12 bulan tersebut, investor menerima pembayaran bunga tetap atau kupon berdasarkan nominal yang di tentukan.
  • Pastikan Anda tidak membutuhkan uang yang Anda investasikan dalam obligasi, setidaknya untuk umur obligasi.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi di obligasi dan menghitung dampak inflasi terhadap investasi Anda, ada beberapa hal terkait yang perlu di pertimbangkan.

Ini termasuk tanggal jatuh tempo, kupon/bunga nominal, imbal hasil/rasio, dividen, potensi keuntungan modal, jaminan pemerintah (untuk SBN) hingga perdagangan obligasi di pasar sekunder.

3.Saham

Selain menjamin nilai uang Anda, pada dasarnya ada dua manfaat yang bisa Anda peroleh dari membeli atau memiliki saham, yaitu: dividen dan capital gain. Dividen meerupakan bagi hasil yang di berikan perusahaan yang berasal dari keuntungan yang di hasilkan oleh perusahaan.

kemudian kapitalgain merupakan selisih dari harga beli dan harga jual. Hal tersebut dapat di peroleh melalui kegiatan perdagangan saham di pasar sekunder. Anda mendapatkan keuntungan modal saat Anda menjual saham dengan harga yang di minta lebih tinggi daripada saat Anda membelinya.

Anda juga dapat membeli saham dengan melakukan diversifikasi sektor, mulai dari pertanian, pertambangan, kebutuhan pokok konsumen hingga saham perbankan. Hal ini tergantung penilaian Anda terhadap perusahaan yang sahamnya ingin Anda beli.

4.Komoditas/ETF

Inflasi adalah sesuatu yang bisa diatasi dengan “mengawal” investasi komoditas. Komoditas biasanya memiliki nilai yang melekat pada inflasi. Ini berarti bahwa komoditas, tidak seperti uang, selalu di minati dan dapat berfungsi sebagai lindung nilai yang sangat baik terhadap inflasi. Juga melihat sifat komoditas, Anda dapat melihat bahwa dampak inflasi terhadap investasi tidak terlalu kuat.

Komoditas ETF

Namun, bagi sebagian besar investor yang tidak berpengalaman, mencoba berinvestasi pada komoditas/ETF di pasar terbuka cenderung “sangat baru” atau “sangat tidak dapat dicapai”. Namun Anda bisa mencobanya dengan mengakses informasi mengenai Exchange Traded Funds (ETFs).

ETF adalah dana investasi dalam bentuk perjanjian investasi kolektif, yang saham penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. 40 ETF terdaftar di BEI.

Produk ETF merupakan gabungan dari unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dan mekanisme saham dalam hal transaksi jual/beli. Produk ini diperdagangkan di bursa seperti halnya saham.

Baca Juga : Perbandingan Emas Dolar Dan Bitcoin Investasi

Kesimpulan

Oke, itulah – Jenis Produk Investasi Yang Bisa Atasi Inflasi – yang bisa Anda coba sebagai strategi menghadapi inflasi. Ingatlah bahwa hal yang paling penting adalah tidak memasukkan uang Anda ke dalam keranjang.

Cobalah untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi Anda, apakah Anda memiliki 2 dari 4 investasi di atas atau semuanya. Juga, bekerja sama dengan penasihat keuangan profesional untuk memantau dan memperhitungkan dampak inflasi terhadap investasi dari waktu ke waktu.

SHARE ON :

POSTINGAN TERKAIT