Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham

MerdekaSatu.com – Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham- Mempelajari pergerakan harga saham sangat penting untuk Anda pahami. Sebagai trader jangka pendek atau investor jangka panjang, pergerakan harga saham dapat menentukan reaksi Anda terhadap langkah trading/investasi selanjutnya.

Pergerakan harga saham yang saya maksud pada postingan kali ini adalah : Pergerakan IHSG. Ya, kita semua tahu bahwa pergerakan IHSG akan menentukan reaksi pasar, termasuk reaksi Anda.

Cara Analisis Saham dan Membaca Pergerakan Saham

Saat IHSG jatuh, banyak yang panik jual, takut, bearish. Saat IHSG bagus, banyak yang optimis, euforia, beli lebih banyak saham.

Membaca Pergerakan Saham

Jadi Anda harus bisa membaca pergerakan harga saham dan menggali lebih dalam: memahaminya. Jika Anda tidak memahami pergerakan harga saham (IHSG), Anda bisa terbawa oleh reaksi pasar yang salah (panic selling).

Baca Juga : Cara Membaca Pergerakan Grafik Saham IPO

Pentingnya Mengetahui Cara Analisis Saham Membaca Pergerakan Saham

Saya juga sudah berkali-kali menulis di website Stock Gain ini tentang pentingnya memahami IHSG. Termasuk strategi menghadapi IHSG, pasar bearish seperti yang telah saya update di sini: EBOOK NEW EDITION – Strategi menghadapi pasar saham bearish kuat.

Pergerakan IHSG dapat dianalogikan dengan “bola basket yang dilempar dari ketinggian tertentu”. Silakan lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya:

Grafik saham adalah gambaran naik turunnya pergerakan harga saham selama periode waktu tertentu. Representasi nilai harga saham ini bisa harian, mingguan, bulanan atau bahkan tahunan. Grafik saham ini digunakan oleh investor untuk menganalisis data dari nilai harga saham.

Pada grafik saham, Anda dapat melihat pergerakan harga saham dengan sangat jelas. Kemudian Anda dapat melihat polanya saat naik dan turun. Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi pasar yang terjadi saat itu.

Jenis Grafik Pergerakan Saham Yang Harus Anda Ketahui

  1. Grafik saham grafik garis
  2. Bagan Batang Bagan Saham
  3. Grafik Saham Grafik Candlestick

Grafik candlestick terdiri dari tiga bagian yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah penjelasan untuk setiap bagian dari diagram:

Body Candles

Bagian ini menunjukkan harga pembukaan dan penutupan dalam suatu interval.

Upper Shadow

Bagian ini menunjukkan harga tertinggi saham emiten dalam interval waktu tertentu.

Lower Shadow

Di seberang sumbu atas, bayangan bawah menunjukkan informasi harga terendah saham.

Baca Juga : Mengenal Trading Halt Saham di Bursa Efek Indonesia

Tips Membaca Analogi Pergerakan Harga Saham

Tentu tidak mudah untuk membaca grafik untuk pertama kalinya. Anda dapat mengikuti tips ini untuk membaca grafik saham dengan lebih baik:

  1. Biasakan diri Anda dengan grafik saham
  2. Lakukan analisis pribadi
  3. Tanyakan pada ahlinya

Cobalah melempar bola basket, katakanlah, dari ketinggian 5 meter. Setelah bola jatuh, pasti akan memantul kembali. Analogi kedua, sekarang coba lempar bola basket dari tempat yang lebih tinggi, yaitu 10 meter.

Baik Anda melempar bola dari jarak 5 atau 10 meter, bola pasti akan memantul kembali. Tetapi kekuatan pantulannya akan berbeda. Bola yang dilempar dari jarak 10 meter membuat bola basket memantul jauh lebih tinggi daripada bola yang dilempar dari jarak 5 meter.

Agar lebih mudah, perhatikan dua gambar di atas. Pada gambar pertama, sebuah bola basket dilempar dari ketinggian yang rendah. Dan gambar kedua, bola basket dilempar dari tempat yang lebih tinggi. Bola basket kedua (dilempar dari ketinggian yang lebih tinggi) memantul lebih banyak dari yang pertama.

Nah analogi ini sama dengan pergerakan harga saham (IHSG). Semakin rendah penurunan IHSG, maka semakin tinggi dan semakin cepat IHSG akan naik (bouncing) seiring pemulihan pasar saham.

Di sisi lain, ketika IHSG jatuh hanya sedikit, kenaikan atau rebound tidak sebesar ketika IHSG turun tajam.

Apa Buktinya Ketika IHSG Jatuh

Kami telah beberapa kali menghadapi penurunan tajam IHSG bahkan market crash yaitu pada tahun 1998, 2008 dan 2015 (tidak ada market crash). Tapi saat pasar menguat, kenaikan IHSG benar-benar menakjubkan, dengan banyak saham bagus naik beberapa ratus persen dalam hitungan bulan.

Bahkan setelah peristiwa ini, IHSG secara konsisten berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Sebagai contoh, setelah jatuh sekitar 24% selama 6-7 bulan di tahun 2015, IHSG mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas 6.500 selama 2-3 tahun ke depan.

Konsep ini juga berlaku sebaliknya ketika IHSG naik. Ketika IHSG sudah sangat naik (overvalued) dan IHSG mulai stagnan, sebaiknya Anda mulai waspada dan mulai mengurangi pembelian saham.

Semakin tinggi IHSG naik, semakin tajam penurunannya. Ya, konsep ini berlaku seperti analogi gambar di atas, tetapi sebaliknya.

Ini sebenarnya konsep pergerakan harga saham yang sangat mendasar, namun banyak yang tidak menyadarinya. Hal ini dikarenakan banyak pedagang saham yang bearish bahkan menebar ketakutan saat IHSG jatuh.

Baca Juga : 7 Sumber Referensi Belajar Saham Bagi Pemula

Banyak pedagang terhanyut dalam “arus” kepanikan dan ketakutan di pasar. Jadi meskipun ada peluang, trader/investor tidak bisa melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Jadi, dengan memahami konsep pergerakan harga saham, diharapkan kita semua bisa melihat peluang yang ada di pasar, termasuk menjadi trader yang lebih waspada. Artinya kita bisa lebih peka terhadap kondisi pasar saham.

Tentunya untuk membaca pasar yang berpotensi jatuh, atau pasar yang overvalued, Anda harus menganalisisnya, baik dengan pendekatan analisis fundamental maupun dengan analisis pasar.

Kesimpulan

Nah, Sekian dari saya pembahasan tentang membaca pergerakan saham. Namun tentu hanya itu yang bisa Anda lakukan jika Anda sering berlatih trading, menganalisa pasar, dan belajar saham sendiri. Sebagai pemain saham, itu adalah tugas kami. Pelajari juga: Pelajari Analisis Teknikal Saham dan Pelajari Analisis Fundamental Saham.

SHARE ON :