Apa Pengertian Dari Ekspor dan Eksportir

Merdekasatu.com – Anda pasti pernah mendengar – Apa Pengertian Dari Ekspor dan Eksportir. Namun, apakah Anda sudah mengetahui apa itu barang ekspor dan apa saja keuntungan melakukan kegiatan ekspor bagi suatu negara? Ya, banyak hal yang secara fundamental terkait dengan kegiatan ekspor ini.

Apa Pengertian Dari Ekspor dan Eksportir

Apa Pengertian Dari Ekspor dan Eksportir | Simak Selanjutnya

Yang erat kaitannya dengan kegiatan ekspor tentu saja para pelakunya disebut juga eksportir. Eksportir adalah orang yang menjual barang atau produknya ke luar negeri. Kemungkinan menjadi eksportir di Indonesia sebenarnya cukup terbuka lebar. Alasan utamanya adalah sebenarnya banyak produk dari Indonesia yang di butuhkan dan di minati masyarakat dunia. Namun, prosesnya tidak mudah. Banyak tahapan yang harus di lalui terlebih dahulu.

Apa itu ekspor?

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean, sedangkan eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum atau badan usaha, baik berbentuk badan hukum maupun bukan, yang mengekspor menjalankan. Lalu apa itu daerah pabean? Daerah Pabean adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari wilayah darat, laut, dan udara di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Pada umumnya kegiatan ekspor dilakukan oleh negara-negara yang mampu menghasilkan suatu produk dalam jumlah besar dan juga mampu memenuhi kebutuhan warganya akan produk tersebut. Untuk itu, produk tersebut kemudian dikirim ke luar negeri atau ke negara yang tidak dapat memproduksinya, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari proses jual beli atau perdagangan.

Baca juga : Pemasaran Internasional Manajemen

Penyerahan produk ini di lakukan sesuai dengan standar peraturan perundang-undangan yang berlaku di masing-masing negara dan dengan melibatkan pihak bea dan cukai sebagai pihak pengawas.

Kegiatan ekspor ini pada akhirnya dapat menciptakan banyak tuntutan baru di pasar internasional, yang mendorong produsen dalam negeri untuk terus berupaya mengembangkan ide-ide kreatif dan inovasi dalam produk yang mereka produksi. Hal ini terjadi karena kegiatan ekspor telah membuka peluang perluasan pasar bagi perusahaan tertentu.

Apa itu eksportir?

Eksportir disebut eksportir. Didefinisikan secara umum, eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang melakukan kegiatan ekspor. Eksportir dapat di bagi menjadi dua kategori yaitu eksportir manufaktur dan eksportir non-manufaktur.

Eksportir Produsen

Produsen-eksportir adalah perusahaan ekspor yang juga memproduksi barang. Persyaratan untuk menjadi produsen-eksportir, yaitu:

Eksportir Produsen

  • Memiliki izin usaha
  • Memiliki NPWP
  • Memberikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau instansi dan pejabat yang ditunjuk (secara berkala setiap tiga bulan) laporan realisasi ekspor yang dilegalisir oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan antara lain: tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan bank, tidak tersangkut masalah kepabeanan .

Eksportir Yang Bukan Produsen

Eksportir Non Manufaktur adalah Eksportir yang mengekspor atau mengirimkan barang milik perusahaan lain atau biasa disebut dengan eksportir umum.

Persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin menjadi non-produsen-eksportir adalah:

  • Memiliki lisensi perdagangan
  • Memiliki NPWP
  • Memberikan kepada Kementerian Perindustrian dan Perdagangan atau instansi/pejabat yang ditunjuk (setiap tiga bulan) laporan realisasi ekspor yang disahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti masalah kepabeanan

Dalam hal klasifikasi umum, persyaratan untuk menjadi eksportir adalah:

  • Pendaftaran resmi dengan badan pemerintah untuk urusan komersial
  • Badan hukum seperti perusahaan atau organisasi. Hal ini harus dibuktikan dengan legalitas yang sah berupa Firma, PT, CV, Persero, Perum, dll
  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai kegiatan ekspor juga terkait dengan perpajakan.
  • Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk jenis kegiatan komersial. Bisnis, di sisi lain, memerlukan izin usaha yang dikeluarkan oleh Industrieservice.

Peran Eksportir

Orang perseorangan yang menjual barang ke luar negeri sebagai bagian dari kegiatan ekspor, disebut juga eksportir, memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Peran dan tanggung jawab tersebut antara lain:

Peran Eksportir

  • Berkomunikasi dan bernegosiasi langsung dengan perusahaan atau organisasi asing.
  • Menawarkan dan menjual produk ke perusahaan atau organisasi asing.
  • Tanggung jawab utama eksportir adalah menjaga kondisi dan kualitas barang yang akan di ekspor hingga sampai ke tangan pembeli.
  • Pengenalan produk lokal di perusahaan asing dalam negeri atau pasar internasional.
  • Menjalin kerjasama dengan konsumen baru dari berbagai negara.

Manfaat Bagi Eksportir

Eksportir dengan segala kegiatan ekspornya telah membawa banyak manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik bagi dirinya maupun bagi negaranya.

Manfaat melakukan kegiatan ekspor bagi suatu negara antara lain:

Menambah DEVISA Negara

Kegiatan ekspor atau pengiriman produk dari Indonesia ke negara lain yang di lakukan oleh eksportir secara otomatis meningkatkan pendapatan ekonomi negara tersebut. Kegiatan ekspor juga dapat membuka peluang pasar baru di luar negeri, meningkatkan investasi dan memperluas cakupan pasar dalam negeri.

Perkembangan Industri Dalam Negeri

Eksportir bertindak sebagai orang yang menjual barang ke luar negeri karena barang dari luar negeri lebih banyak di minati. Permintaan yang masuk secara langsung akan mempengaruhi perkembangan industri negara dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Mendidik Diri Sendiri Untuk Bersaing Di Pasar Internasional

Menjadi eksportir atau terlibat langsung dalam kegiatan ekspor berdampak lebih terbiasa dengan persaingan di pasar dan perdagangan internasional.

Membuat Harga Produk Terkontrol

Keuntungan melakukan kegiatan ekspor ke negara lain adalah mengatasi kelebihan kapasitas suatu produk di suatu negara sekaligus mengendalikan harga produknya. Karena jika produk tersebut mudah dibuat dan kapasitasnya melimpah, maka harga produk tersebut akan lebih murah di dalam negeri. Untuk mengelolanya, perlu dilakukan kegiatan ekspor ke negara-negara yang lebih membutuhkan agar harga produk tetap terkendali.

Buka Banyak Lowongan

Kegiatan ekspor secara tidak langsung akan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, kegiatan ekspor juga akan menurunkan tingkat pengangguran. Selain itu, pertumbuhan ekspor di Indonesia akan menciptakan lapangan kerja yang akan mengurangi kemiskinan.

Baca Juga : Karakter Bisnis Dalam Pengertian Manfaat dan Tujuan

Cara Menghitung Pajak Ekspor

Kegiatan ekspor tidak lepas dari pajak. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa komoditas atau produk yang dikenakan bea keluar yaitu ekspor kayu, minyak sawit mentah, dan rotan.

Cara Menghitung Pajak Ekspor

Ada dua cara untuk menghitung pajak ekspor, yaitu:

  1. Perhitungan barang ekspor yang di kenakan bea masuk ad valorem (persentase).

Pajak ekspor di hitung sebagai berikut:

Pajak ekspor = tarif pajak ekspor x harga patokan ekspor x jumlah unit barang x nilai tukar

  1. Perhitungan barang ekspor yang di kenakan bea masuk ad naturam (khusus).

Pajak ekspor di hitung sebagai berikut:

Pajak ekspor = tarif pajak ekspor x jumlah unit barang x nilai tukar

Produk Yang Termasuk Dalam Barang Ekspor

Yang di maksud dengan barang ekspor adalah produk atau barang yang di perdagangkan dari suatu negara ke negara lain. Barang tersebut dapat berupa bahan mentah atau barang jadi dan memiliki merek sendiri.

Produk Yang Termasuk Dalam Barang Ekspor

Indonesia juga merupakan salah satu negara yang banyak mengekspor barang ke negara lain. Produk atau komoditas yang menjadi andalan ekspor Indonesia sangat beragam, antara lain:

Karet

Karet merupakan salah satu ekspor utama Indonesia karena Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar kedua di dunia. Banyak produk karet yang dikirim ke Jepang, China dan Amerika.

Kayu

Tidak hanya kayu dalam bentuk mentah, produk kayu olahan seperti furniture dari Indonesia juga banyak di minati pasar internasional. Misalnya di Jepang, Cina, Amerika Serikat dan juga negara-negara Uni Eropa.

Produk Tekstil

Cukup ironis hal ini terjadi di bidang ekspor barang tekstil atau kain. Banyak orang Indonesia mendatangkan produk kain dari luar negeri dengan berbagai alasan, sementara di beberapa negara produk tekstil Indonesia jauh lebih populer. Misalnya di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Panama, Italia, Kanada, Meksiko, Belanja, Spanyol, Prancis, Jepang, Australia, Singapura dan masih banyak lagi.

Minyak Kelapa Sawit

Minyak sawit merupakan bahan yang di gunakan sebagai bahan baku minyak goreng, mentega, sabun dan berbagai produk kecantikan. Sebagian besar minyak sawit diekspor dalam bentuk minyak sawit dan minyak inti sawit. Produk minyak sawit Indonesia biasanya dikirim ke beberapa negara seperti Pakistan, India dan China.

Hasil Hutan

Indonesia sebagai negara tropis memiliki prospek yang baik dan melimpah untuk pengembangan industri perkayuan. Selain kayu, bubur kertas juga merupakan hasil hutan yang di kapalkan ke luar negeri.

Rempah Rempah

Anda pasti masih ingat dengan sejarah Indonesia yang mengatakan bahwa banyak negara yang tertarik dengan rempah-rempah Indonesia. Kepentingan ini akhirnya menyebabkan beberapa negara menjajah Indonesia selama bertahun-tahun. Saat ini rempah-rempah dari Indonesia banyak di gunakan sebagai barang ekspor ke China, India, Vietnam dan Belanda.

Kopi

Ada banyak kopi asli Indonesia yang sangat di gemari penduduk dunia, misalnya kopi Gayo atau kopi Toraja. Negara tujuan ekspor komoditi ekspor kopi ini adalah Brazil, Spanyol, Italia, Argentina, Amerika Serikat, Turki, India, China, Thailand, Jepang, Vietnam, Pakistan, Malaysia, Hongkong, Sri Lanka dan Mesir.

Biji Cokelat

Cita rasa biji kakao yang unik membuat produk kakao menjadi produk yang banyak di cari di pasar internasional. Kakao umumnya di ekspor dalam bentuk biji kakao atau dalam bentuk produk olahan. Negara pengimpor kakao dari Indonesia adalah Malaysia, Singapura, Thailand, China, India, Filipina dan Taiwan. Swiss dan Rusia.

Uang

Indonesia juga di kenal sebagai negara penghasil batubara. Produk ini telah dikirim ke berbagai negara seperti Jepang, Vietnam dan Korea Selatan.

Baca Juga : Penjelasan Tenaga Endogen dan Eksogen

Alas Kaki

Sepatu berupa sepatu atau sendal juga merupakan salah satu barang ekspor terpenting Indonesia. Jenis sepatu yang di ekspor beragam, mulai dari sepatu berbahan kulit, karet, kain hingga sepatu khusus penyandang disabilitas. Negara-negara yang membutuhkannya antara lain Belgia, Amerika, Kanada, Chili, Panama, Jepang dan masih banyak lagi.

Segala sesuatu yang menjadi barang ekspor suatu negara pada dasarnya di pengaruhi oleh 3 faktor penting yaitu faktor alam, faktor teknologi dan faktor biaya produksi.

Kesimpulan

Nah dari pembahasan di atas tentang – Apa Pengertian Dari Ekspor dan Eksportir – dari penjelasan :

  • Ekspor adalah kegiatan membawa barang dari daerah pabean suatu negara ke negara lain. Sedangkan eksportir disebut sebagai eksportir.
  • Eksportir adalah badan hukum atau orang perseorangan yang melakukan kegiatan ekspor dalam skala besar dan melibatkan Badan Bea dan Cukai sebagai pengatur lalu lintas suatu negara.

Banyak sekali manfaat bagi eksportir dan manfaat melakukan kegiatan ekspor bagi suatu negara adalah dapat meningkatkan devisa negara, mengendalikan harga produk dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru.

Di Indonesia, produk yang menjadi barang ekspor banyak di minati oleh penduduk negara lain. Untuk terus mendukung hal tersebut, ada baiknya kita mulai lebih mencintai produk buatan anak lokal dan mengurangi kegiatan impor untuk memperkenalkan produk dari luar negeri. Karena produk asli Indonesia sama sekali tidak kalah dengan produk luar dari segi kualitas.

SHARE ON :