7 Fakta tentang Tanah Di Sekitar

MerdekaSatu.com – Tujuh Fakta tentang Tanah Di Sekitar – Mendengar sepertinya sudah tidak asing lagi bagi hampir semua orang. Jenis tanah ini banyak di jumpai di beberapa daerah di Indonesia, seperti daerah pedesaan. Salah satu ciri tanah ini adalah dapat menjadi lunak setelah terkena hujan.

7 Fakta tentang Tanah Yang Subur

Tujuh Fakta tentang Tanah Di Sekitar

Jika Anda meletakkan kaki Anda di tanah liat basah, kaki Anda akan saling menempel. Di sisi lain, tanah liat atau clay memiliki tekstur yang padat dalam kondisi kering, dan kondisi tersebut dapat menjadi parah bahkan jika di bakar.

Tanah liat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah tanah liat yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah. Agar tidak menggelitik rasa penasaran Anda, berikut 7 fakta tentang negara yang harus Anda ketahui.

7 Fakta tentang Tanah Yang Subur Simak Penjelasannya

Tanah terbentuk oleh pelapukan berbagai jenis batuan. Pelapukan terjadi karena suhu, air, tumbuhan, dan bahan kimia. Tanah merupakan dasar kehidupan bagi manusia dan hewan. Tanah tersebut dapat diolah menjadi lahan pertanian untuk menghasilkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Kita bisa mengolah hasil pertanian menjadi makanan, pakaian dan obat-obatan.

1.Tanah Terdiri Dari Beberapa Lapisan

bagian tanah pada setiap lapisan berbeda-beda. Perbedaan itu muncul karena bahan-bahan yang terkandung di dalam tanah tidak sama.

Lapisan Tanah Meliputi:

Tanah Terdiri Dari Beberapa Lapisan.

Tanah lapisan atas, Tanah lapisan atas berwarna hitam pekat. Lapisan atas ini sangat longgar dan subur. Tanah ini subur karena banyak mengandung humus dan berbagai makhluk hidup. Karena subur sering digunakan untuk pertanian dan perkebunan.

Baca Juga : Penjelasan Tenaga Endogen dan Eksogen

Subsoil Warna

  • Jenis lapisan tanah bawah lebih terang dari warna lapisan tanah atas. Tanah ini kurang subur karena mengandung sedikit humus dan makhluk hidup.
  • Lapisan bahan induk Bahan induk tanah memiliki warna kemerahan. Tanah lapisan atas dan lapisan tanah bawah diekstraksi dari bahan lapisan tanah atas.
  • Unsur lapisan batuan dasar, Batuan dasar bersifat padat dan merupakan lapisan yang paling bawah.

2.Tanah Tidak Hanya Terdiri Dari Satu Lapis

Komposisi lapisan tanah terdiri dari: humus, lempung, lempung, pasir dan kerikil.

3.Tanah yang baik adalah tanah yang banyak mengandung humus dan proporsi pasir.

Lempung dan liatnya kurang lebih sama. Di dalam tanah terdapat banyak hewan dan tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Peristiwa pemupukan tanah sangat bergantung pada organisme tanah. Hewan yang sangat berguna adalah cacing, mikroba dan hewan kecil lainnya. Mereka membentuk pengatur air dan udara di dalam tanah. Hewan ini mengubah sisa-sisa daun, ranting, batang, akar dan sisa-sisa hewan yang membusuk menjadi humus.

4. Fakta tentang Tanah Agar Tanah Tetap Subur

Agar Tanah Tetap Subur

Perlu dilakukan upaya pemupukan tanah, pengayaan tanah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk.

Berbagai jenis pupuk:

Pupuk kandang, yaitu pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan seperti kerbau, sapi, kambing, dll.

Kompos yaitu pupuk yang terbuat dari sampah dan daun-daun yang membusuk di dalam tanah.

Pupuk hijau, yaitu pupuk yang dibuat dari sisa-sisa tumbuhan hijau, seperti ranting dan batang.

Pupuk buatan, yaitu pupuk yang diproduksi di pabrik pupuk, mis. B. Urea, ZA, NPK, TSP dan sebagainya.

5.Tanah Tandus Mudah Terkikis Oleh Air Dan Angina

Penebangan hutan di pegunungan dapat menyebabkan erosi tanah dan menimbulkan bahaya banjir. Pengikisan tanah oleh air disebut erosi. Erosi akan mengikis lapisan tanah atas, meninggalkan tanah kering dan tandus. Untuk menghindari erosi, jumlah dan jenis tanaman dapat ditingkatkan. Akar tanaman menyerap air ke dalam tanah dan daunnya dapat mengurangi atau mencegah air jatuh ke tanah.

Agar Tanah Tetap Subur

Jenis erosi:

Proses Erosi deflasi adalah erosi yang di sebabkan oleh angin. Erosi ini terjadi di daerah gurun. Erosi laut (abrasi), yaitu erosi yang di sebabkan oleh hempasan gelombang air laut. Abrasi dapat menyebabkan longsor dari tebing pantai. Erosi oleh air laut melihat air laut bercampur dengan cadangan air tanah ke dalam tanah.

Jenis Erosi glasial adalah erosi yang disebabkan oleh mencairnya es atau salju. Erosi ini terjadi di daerah pegunungan yang puncaknya selalu tertutup salju.

6. Menjaga Kesuburan Tanah

Untuk mengurangi erosi tanah oleh air di lakukan dengan cara:Teras atau sengkedan adalah permukaan yang landai pada lereng gunung dan disusun berjenjang.

Reboisasi, yaitu penghijauan dan penghijauan bekas kawasan hutan yang jarang. Pupuk dimaksudkan untuk menggantikan unsur hara tanaman yang habis karena telah di gunakan oleh tanaman atau hanyut oleh air.

Baca Juga : Apa Pengertian Dari Ekspor dan Eksportir

Rotasi tanaman untuk memenuhi kebutuhan hara tanah. Larangan penebangan liar. Dengan memberlakukan undang-undang lingkungan dan disertai dengan sanksi yang berat.

Apa Jenis Tanah Yang Ada?

Tanah adalah bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Struktur tanah yang berongga merupakan tempat yang sangat baik bagi akar tanaman untuk tumbuh. Manusia dan hewan sangat bergantung pada tumbuhan untuk bernafas dan mendapatkan makanan. Oleh karena itu, melestarikan tanah berarti melestarikan kehidupan makhluk hidup di bumi. Jenis Tanah Menurut Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tanah dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan ukuran partikel, yaitu:

  1. Tanah berpasir kasar (mengandung pasir dan kerikil)
  2. Jenis tanah dengan partikel halus (tanah liat dan liat)
  3. Tanah yang kaya bahan organik (misalnya tanah gambut).

Berdasarkan bahan dan proses pembentukannya, tanah dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain tanah aluvial atau sedimen, tanah humus, tanah kapur, tanah vulkanik dan tanah gambut.

1.Tanah Aluvial

Jenis Tanah ini adalah tanah di sepanjang aliran sungai yang terbentuk dari endapan lumpur yang di endapkan oleh aliran sungai. Sifat tanah dataran banjir sangat di pengaruhi oleh bahan-bahan sungai yang mengalir melaluinya. Tanah aluvial cocok untuk pertanian karena teksturnya yang lembut dan mudah di kerjakan.

2.Tanah Humus

Pupuk atau tanah humus terbentuk dari pelapukan ranting, daun dan bagian tumbuhan lainnya. Tanah humus memiliki kandungan hara dan mineral yang tinggi, sehingga kesuburannya sangat baik. Ciri-ciri tanah humus adalah berwarna gelap (mulai dari coklat tua sampai hitam) dan pada tanah muncul bintik-bintik putih.

3.Tanah Kapur

Berbeda dengan tanah humus, tanah kapur tidak mengandung unsur hara, sehingga tanah ini tidak subur. Hal ini dikarenakan tanah kapur terbentuk dari pelapukan batugamping yang tidak mengandung unsur hara. Lapisan tanah di atas batugamping umumnya sangat tipis dan tidak dapat menyerap atau menahan air dengan baik.

4.Tanah berpasir

Jenis tanah berpasir adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batupasir. Tanah berpasir biasanya terdapat di daerah pantai atau pulau. Tanah berpasir memungkinkan air untuk melewati dengan sangat mudah karena berpori. Jenis tanah ini tidak mengandung air atau mineral, sehingga tidak baik untuk pertanian.

5.Tanah Vulkanik

Batuan atau tanah vulkanik adalah tanah yang berasal dari letusan gunung berapi. Biasanya, tanah vulkanik memiliki tingkat kesuburan yang baik.

6.Tanah Gambut

Organosol atau tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari bahan sumber berupa bahan organik hutan atau rumput yang lapuk. Unsur hara yang terkandung di dalam tanah gambut sangat rendah, sehingga tanah tersebut tidak terlalu subur dan tidak baik untuk lahan pertanian. Tanah gambut juga relatif tidak subur untuk perkebunan karena memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

7.Tanah Laterit

Unsur Tanah laterit terbentuk dari unsur hara yang hilang di dalam tanah melalui erosi. Tanah laterit berwarna merah bata karena mengandung besi dan aluminium sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian.

Kesimpulan

Nah di atas adalah pembahasan – 7 Fakta tentang Tanah Di Sekitar – dan jenis tanah yang ada di sekitar kita. Demikian dari kami semoga pengetahuan ini membantu Anda untuk memahami struktur tanah di sekitar kita. Agar kita bisa memanfaatkkan tanah dengan baik dan benar. Terima Kasih

SHARE ON :